BAB 26 Kesaksian dari PLO dan Hizbullah

TIDAK ADA SATU ORANGPUN YANG YESUS TIDAK MAMPU untuk ubahkan. Di sini saya ingin menceritakan kisah dari dua mantan Muslim. Yang pertama adalah orang yang sedang melakukan pertempuran melawan Israel bersama PLO. Yang kedua adalah seorang wanita yang sedang melakukan pelatihan senjata Hizbullah, sebuah kelompok Islam radikal di Libanon.

MANTAN ANGGOTA PLO MEMBAWA INJIL PADA YAHUDI

Ini adalah kesaksian indah dari seorang pria Palestina yang dibesarkan di Arab Saudi dan berjuang untuk PLO (Organisasi Pembebasan Palestina). Dia mengatakan kepada saya:

Setelah Perang Enam Hari di 1967,saya memutuskan untuk meninggalkan Arab Saudi dan bergabung dengan Organisasi Pembebasan Palestina di Yordania untuk memerangi dan membunuh orang-orang Yahudi. Saya ditempatkan di perbatasan Yordania dan Israel. Saya bertempur di banyak pertempuran antara PLO dan Israel pada tahun 1960-an dan 1970-an. Saya ingat bahwa suatu hari saya sedang duduk dengan dua teman saya yang bersama-sama dengan saya berperang ketika tiba-tiba sebuah bom Israel menghantam di tengah-tengah kami, dan kedua teman-temanku meledak tepat di depanku. Mereka tewas seketika. Saya pergi ke rumah sakit, dan saya sadar bahwa saya tidak terluka sama sekali.

Di 1974, saya meninggalkan Yordania dan kembali ke negara Teluk. Keluarga saya meminta saya untuk pergi ke Mesir untuk melanjutkan studi saya. Tapi Saya mengatakan kepada mereka bahwa saya berharap untuk melanjutkan studi saya di Amerika, bukan di Mesir. Keluarga saya menjadi sangat marah dan berkata, “Itu tidak mungkin. Kami tidak bisa mengirim kamu ke sana. Ini negara Setan Besar.”

Setelah Saya menyebabkan banyak masalah untuk keluarga saya, mereka mengizinkan saya untuk pergi ke Amerika Serikat. Saya tiba di sana, dan saya kemudian belajar di sebuah universitas.

Saya bertemu dengan seorang Kristen Amerika yang mulai menginjili saya, bercerita tentang Yesus. Awalnya Saya menolak gagasan bahwa Yesus dapat menjadi penyelamat. Saya juga menolak pemikiran bahwa Yesus bisa menjadi Anak Allah. Tapi Kristen Amerika ini mulai menunjukan saya Kitab Yohanes, menjelaskan kepada saya tentang kebenaran Yesus Kristus, Juruselamat, yang adalah Anak Allah.

Kemudian, Tuhan menyentuh hati saya dan menyelamatkan saya. Saya merasa seolah-olah ada sebuah gunung di punnggung yang dibawa pergi ketika Saya datang kepada Tuhan. Saya mulai merasakan kedamaian dan kenyamanan dari Yesus Kristus atas hidup saya.

Firman Tuhan melalui Alkitab datang kepada saya dalam cara yang sangat sederhana. Saya belajar bahwa Allah berkata, “Kasihilah satu sama lain dan kasihi musuh-musuhmu.” Orang-orang pertama yang Tuhan letakkan di hati saya adalah orang-orang Yahudi, orang-orang yang telah saya perangi. Setelah saya diselamatkan, saya mulai berdoa untuk orang-orang Yahudi. Sering kali Saya bertanya pada diriku sendiri, Mengapa Saya benci orang-orang seperti itu? Mengapa Saya menyatakan mereka musuh-musuhku dan pergi keluar dan membunuh mereka? Saya menyadari bahwa saya telah menjalani kehidupan oleh muslihat kepercayaan dan budaya Islam.

Kehidupan orang ini berubah secara drastis. Dia sekarang berbagi kasih Yesus Kristus dengan komunitas Yahudi di Amerika Serikat. Tuhan menggunakan dia dengan cara yang menakjubkan.

Itu tak lain adalah mukzizat bahwa seorang muslim Palestina, yang membunuh orang-orang Yahudi dan yang digaji oleh Organisasi Pembebasan Palestina, menemukan satu-satunya kebebasan sebenarnya dari Pembebas sejati, Yesus Kristus. Sekarang, bukannya menjadi tentara Yasser Arafat, ia adalah tentara Allah, bukan untuk membawa akhir kehidupan orang-orang Yahudi, tetapi untuk memberikan kehidupan orang Yahudi awal yang baru.

ANGGOTA HISBULLAH BERTEMU YESUS MELALUI MESIANIK YAHUDI

Selama kunjungan saya ke negara bagian Michigan tiga tahun yang lalu, saya bertemu dengan seorang wanita muslim dari Lebanon yang telah menerima Yesus. Dari saat pertama saya berbicara dengannya, Saya merasa ada cerita yang sulit di masa lalu wanita ini. Saya tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang hidupnya sebelum ia datang ke Amerika Serikat. Tuhan menjawab doa saya, dan saya baru-baru ini mewawancara dirinya. Berikut ini adalah kisahnya.

Pada tahun 1967, setelah Perang Enam Hari, dan setelah Juli hitam ketika raja Yordania membunuh ribuan orang Palestina di Yordania, Saya merasa bahwa Saya harus berdiri dengan Palestina dan melakukan apa saja yang Saya bisa. Saya mulai mengumpulkan makanan dan pakaian di sekitar tempat saya tinggal, dan Saya menempatkan mereka dalam sebuah wadah, membawanya ke pengungsi Palestina. Gambar itu mulai menjadi semakin jelas tentang konflik di Timur Tengah antara Arab Muslim dan Yahudi.

Saya mulai percaya bahwa Israel tidak punya hak untuk hidup di Timur Tengah karena tanah itu milik Muslim. Saya percaya bahwa itu tidak dijanjikan untuk orang Yahudi. Saya telah diajarkan itu harus menjadi negara Islam dan bangsa Palestina, tidak ada negara Israel, dan bukan untuk orang Yahudi.

Pada tahun 1975, setelah kematian ayah saya, saya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok militan Muslim melawan Israel di Lebanon Selatan [Hizbullah]. Saya menjadi pelatih, melatih anak-ank muda bagaimana menggunakan senjata [senjata, roket] dan bagaimana untuk memerangi orang-orang Yahudi di Lebanon Selatan.

Saya hidup selama lima tahun setelah kematian ayah saya berjuang dengan ideologi dan ajaran Islam. Selama tahun-tahun pergumulan ini saya menyimpan kemarahan hebat dan kebencian, bukan hanya ke orang-orang Yahudi, tetapi juga terhadap negara-negara Arab yang bertindak sangat lemah dan lupa tanggung jawab mereka untuk berdiri di hadapan orang-orang Yahudi dan memerangi mereka, dan untuk membebaskan Palestina dari tangan Yahudi .
Kekecewaan saya dengan orang Arab dan negara-negara Arab selalu membuat saya pertanyaan, “Allah, di mana Engkau?”

Ketika Saya mulai membaca Quran, saya menyadari bahwa masalah ini bukan hanya antara Muslim dan Yahudi; itu adalah antara Allah dan orang-orang Yahudi terlebih dahulu. Di tengah-tengah situasi ini, saya mulai bertanya pada diri sendiri apakah Allah berada di sisi orang-orang Yahudi, karena orang-orang Yahudi tidak pernah berhenti mengalahkan orang-orang Arab ketika mereka berperang satu sama lain. Pada tahun 1948, 1956, 1967, 1973-dalam semua perang ini orang-orang Yahudi selalu menang. Jadi, jika ada Tuhan yang peduli pada mereka dan membantu mereka menang, pasti Tuhan yang berbeda dari yang saya tahu. Saya mulai mencari Tuhan ini.

Ayahku dulu ingin agar saya meninggalkan Lebanon dan pergi ke Amerika Serikat untuk memiliki kehidupan yang damai dan stabil. Beberapa tahun setelah kematiannya, Saya merasa Saya harus taat kepadanya dan meninggalkan Timur Tengah untuk tinggal di Amerika Serikat.

Tuhan melakukan mukjizat dalam hidup saya ketika saya datang ke Amerika Serikat. Saya mengunjungi sebuah gereja Amerika, dan di sana Saya bertemu seorang wanita Yahudi yang telah menerima Tuhan Yesus. Ia beribadah di gereja ini. Kami menjalin sebuah persahabatan, dan ia membagikan Yesus dengan saya. Melalui dia Tuhan melepaskan Saya dari Islam dan menarik saya ke dalam kerajaan-Nya dan keluarga-Nya.

Hal yang paling menarik tentang rencana Allah untuk hidup saya adalah bahwa Dia menggunakan wanita Yahudi untuk menceritakan tentang Yesus dan untuk memimpin saya kepada-Nya. Tuhan menghancurkan setiap dinding antara Saya dan orang-orang Yahudi. Tuhan menghancurkan benteng Islam dan kebencian yang saya besarkan pada orang-orang Yahudi. Ia satukan saya dengan perempuan Yahudi ini menjadi saudara di dalam darah Yesus Kristus.

Sebelum saya diselamatkan, saya percaya bahwa Yerusalem akan dibebaskan dari tangan orang-orang Yahudi dan kembali ke umat Islam. Semua doa-doa saya kepada Allah adalah itu kembali dengan Muslim dan memberi mereka kemenangan atas bangsa Yahudi. Setelah Saya diselamatkan, kubu rasisme terhadap non-Muslim, terutama orang-orang Yahudi, jatuh di tumpukan abu. Hari ini Saya tidak berdoa untuk satu bangsa-saya berdoa untuk seluruh dunia, termasuk Muslim dan Yahudi, untuk datang ke pengenalan tentang Yesus Kristus. Saya yakin tidak ada orang yang dapat mendamaikan Muslim dan Yahudi kecuali Yesus. Dia adalah satu-satunya yang dapat menegakkan perdamaian di Timur Tengah baik melalui orang Yahudi dan Muslim yang menerima-Nya dan ditebus oleh darah-Nya.

KESIMPULAN

Saya percaya kita akan mendengar lebih banyak kesaksian seperti ini selagi Tuhan bergerak di antara orang-orang muslim. Peristiwa September 11, 2001 memiliki dampak positif pada penginjilan muslim. Hari itu menunjukkan pada seluruh dunia, termasuk umat Islam, bagaimana buruknya Islam. Perkiraan saya, lebih Muslim menjadi Kristen pada tahun setelah 11 September dibandingkan yang murtad dalam dua ratus tahun yang lalu.

This entry was posted in BUKU. Bookmark the permalink.

8 Responses to BAB 26 Kesaksian dari PLO dan Hizbullah

  1. Diva Ardie says:

    Jadi jelaslah bahwa semakin militan umat islam semakin cepat proses penyelamatan Allah. Dan rupanya itulah cara Tuhan, dgn sikap dan perbuatan Arab/islam membuka mata dunia utk lebih jelas melihat kebenaran itu

    • numpang komen says:

      masalah sebenarnya akan selesai kalo Mekah & Madinah segera dibom nuklir, spt halnya Hiroshima & Nagasaki. Tinggal siapakah negara2 besar yg akan berani melakukannya? apakah RRC,India?Russia?AS? atau mungkin Israel sendiri yg kabarnya sudah punya bom nuklir.

      • tohir says:

        Masa yesus mau mendamaikan islam dan yahudi, jangan2 ia malah ditangkap lalu disalib lagi sama orang2 yahudi itu

    • Amin Puji Tuhan haleluya…

  2. Sotoy says:

    Ini adalah bukti klo YAHWEH menyertai org yahudi..ktika d’padang gurun smenjak kluar dri mesir YAHWEH mnyertai bangsa israel dg tiang awan pd wktu siang dan tiang api pda waktu malam shingga mreka tdk t’sesat mnuju tanah yg d’janjikannya..wlaupun byk planggaran yg d’lkukan bangsa israel tp YAHWEH tetap mngasihi mreka..kematian yesus salahsatunya adlah meruntuhkan tembok k’eksklusifan ras yahudi dg ras yg lain..

  3. memang betul atas komen diatas yg mengatakan bhw sebaiknya mekkah itu bukan saja di bom, tapi harus di nuklir….! karena itu tempat itu bukan saja sbg tempat pemujaan berhala…., terlebih lagi sebagai penyembahan terhadap “batu memeq” alias hajarul ngaswad…! pantesan kalo nabinya aja doyan selangkangan perempuan, apalagi pengikutnya… sluurph….sluurph…sedaaap….!!! duh nikmatnya ngisepin memeq…. bagi-bagi dong…! hihihi…hihihi…..hihihik…..!!!

    • john says:

      Bos komentnya yg sopan apa bedanya anda dengan dunia ini,kalo anda percaya YESUS,janganlah kamu serupa dengan dunia ini,kita harus mengasishi umat muslim,cos kita ini kitab terbuka yg bisa dilihat semua orang,GBU

  4. kristensen says:

    mereka harus sungguh belajar dan membandingkan ajaran Muhamad dengan Yesus agar mereka cepat mempercayai Yesus, karna Muhamad selama ini dengan setan menutupi mata rohani mereka dengan penipuannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s