BAB 24 Panggilan Gereja

Adalah sungguh indah untuk memiliki harapan bagi situasi antara muslim dan Yahudi karena Yesus adalah jalan untuk perdamaian. Pada saat yang sama, ini adalah tantangan besar bagi kita orang Kristen. Kita tidak bisa hanya duduk dan membiarkan orang-orang Yahudi dan muslim untuk terus-menerus sebagaimana adanya.

Berikut adalah bagaimana gereja dapat menjangkau mereka:
1. Terima Amanat Agung yang diberikan Yesus: “Pergilah dan jadikan semua bangsa murid-Ku” (Mat 28:19). Ini termasuk menjangkau baik muslim dan Yahudi.
2. Persiapan. Gereja perlu untuk membangkitkan pekerja yang dipanggil untuk misi khusus ini. Mereka membutuhkan pelatihan khusus dan diperlengkapi sebelum mereka diutus ke lapangan. Gereja harus menyisihkan sebagian anggaran untuk membiayai misi ini dan untuk menyediakan kebutuhan para pekerja.
3. Dukungan. Para misionaris di garis depan harus memiliki pejuang doa untuk mendukung mereka. Beberapa pejuang doa ini harus bergerak dari gereja ke garis depan, menggunakan waktu dengan para pekerja, berdoa bersama mereka, meminta agar Tuhan memberi mereka kekuatan dan kesempatan untuk berbagi Kabar Baik. Prajurit doa juga perlu berdoa di ladang itu sendiri, mengklaim keselamatan Allah terjadi di negeri ini di antara orang-orang ini.
4. Kooperatif. Bila mungkin, gereja harus bekerja sama dengan mantan muslim dan Yahudi Mesianik. Mereka tahu rakyat mereka, tanah dan budaya, dan mereka tahu bagaimana menyajikan kebenaran kepada masyarakatnya.
5. Bijaksana. Beberapa pemerintah muslim memiliki hukum yang melarang upaya untuk memurtadkan seorang muslim. Ini tidak bisa menghentikan penginjilan, tetapi akan mengubah metodenya.

METODE PALING EFEKTIF
Ada banyak kelompok yang berbeda yang telah menyebarkan Kabar Baik di kalangan umat Islam, dan saya bersyukur pada Tuhan karena mereka. Setiap kelompok memiliki metode favorit, dengan berbagai tingkat efektivitas.

Suatu kali saya sedang bersama seorang pria di Afrika Selatan yang bekerja di penginjilan muslim. Saya pergi bersamanya ke sebuah hotel dimana kami bertemu dengan beberapa muslim dari daerah itu. Teman saya menyerahkan Alkitab Perjanjian Baru kepada pemimpin muslim. Pemimpin muslim itu meninggalkan kami dan pergi ke dapur. Dalam roh, saya tahu persis apa yang terjadi. Dia melemparkan Alkitab itu ke tempat sampah. Saya mengejar dia ke dapur dan mulai mencari tempat sampah. Ketika saya menemukannya, Alkitab itu ada di dalamnya.

“Kenapa anda tidak bilang saja ke teman saya bahwa anda tidak menginginkannya? ” saya bertanya kepadanya.

Dia tak punya jawaban untuk saya, tapi saya tahu ia tidak akan pernah mentolerir seseorang melakukan sesuatu seperti itu padanya. Saya berkata, “Apa yang akan terjadi jika Anda memberi saya salinan Quran, dan saya melemparkannya ke tempat sampah?”
Dia berkata, “Saya akan membunuhmu.”

Maksud saya adalah hanya dengan menyerahkan Alkitab pada seorang muslim tidak terlalu bisa memenangkan dirinya. Ini karena dia sudah memiliki terlalu banyak perlawanan yang dibangun ke arah keyakinan lain. Dia tidak akan membuka Alkitab kecuali hatinya telah siap mendengar Injil.

Mengapa umat Islam memiliki pertahanan yang kuat terhadap Kabar Baik? Dari sudut pandang mereka, mereka tidak membutuhkannya. Mereka sudah menyembah Allah. Mereka memiliki kitab suci. Mereka memiliki sejarah. Islam adalah kehidupan mereka. Ini bukan hanya sesuatu yang mereka lakukan di dalam masjid. Budaya mereka dan agama mereka sepenuhnya, dicampur bersama.
Ini adalah batu karang. Bagaimana kita akan memindahkan batu ini?

Saya percaya metode terbaik untuk penginjilan bagi muslim adalah membangun hubungan satu-per-satu. Saya menyarankan Anda untuk tidak berbicara bahkan dalam sekelompok kecil umat Islam, karena tak satu pun dari mereka akan mau tampil untuk mempertanyakan Islam di depan orang lain. Keadaan ini hanya akan membuka pintu bagi perdebatan besar karena Quran mengajarkan muslim untuk mendebat.

Jadi sekali lagi, saya percaya cara terbaik untuk menjangkau seorang muslim adalah satu-per-satu. Memberikan perhatian untuk orang-orang yang anda ajak berbicara. Persahabatan seharusnya pria untuk pria, wanita dengan wanita, muda untuk muda dan tua untuk tua.

Hal ini merupakan sebuah kerja keras, dan Anda harus menjawab banyak pertanyaan. Seperti yang saya katakan sebelumnya, orang-orang yang bekerja di garis depan dengan muslim membutuhkan dukungan doa. Salah satu tantangan terbesar yang akan Anda hadapi adalah roh agama. Mari kita lihat apa yang dikatakan Alkitab tentang roh agama.

ROH AGAMA
Tidak peduli di mana Anda bertemu dengan muslim (di Barat atau Timur), Anda akan melihat roh agama bekerja. Pendoa syafaat perlu meminta agar Tuhan mengendalikan roh ini sehingga Kabar Baik dapat mencapai hati banyak orang.

Roh agama adalah cara setan untuk menyesatkan orang-orang agar berpikir bahwa mereka menyenangkan Tuhan ketika mereka sebenarnya hanya melakukan apa yang tampak baik bagi mereka. Ini tentang melakukan hal-hal keagamaan, bukannya melakukan apa yang diinginkan Tuhan. Muslim menghabiskan banyak waktu dan energi mempraktekkan agama mereka, tetapi mereka tidak pernah menyenangkan Tuhan. Ini adalah tipu daya setan terbesar dalam hidup mereka.

ROH AGAMA DIANTARA ORANG PECAYA
Anda bahkan akan menemukan roh agama di kalangan orang-orang yang menyembah Tuhan dari Alkitab. Bagian yang paling kuat dalam Alkitab yang memperlihatkan Roh agama adalah Yesaya 58. Umat Tuhan melakukan puasa, berpikir bahwa Tuhan akan senang, tetapi Tuhan tidak menanggapi mereka (ay. 3). Mengapa? Tuhan menjelaskan:

Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. -Yesaya 58:3-4

Dengan kata lain, tindakan-tindakan Anda untuk melayani Allah tidak dapat diterima ketika Anda berkelahi dengan orang-orang di sekitar Anda. Tuhan ingin lebih dari sekedar orang-orang yang melakukan tugas-tugas keagamaan. Dia berkata:

Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki, ialah supaya engkau membuka belenggu-belenggu kelaliman, dan melepaskan tali-tali kuk, supaya engkau memerdekakan orang yang teraniaya dan mematahkan setiap kuk, supaya engkau memecah-mecah rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah, dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan TUHAN akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia akan berkata: Ini Aku -Yesaya 58:6-9

Tuhan berkata kepada orang untuk melihat ke sekitar mereka kepada mereka yang tertindas, orang yang lapar, mereka yang kehilangan tempat tinggal atau pakaian. “rawat orang-orang ini, dan kamu akan menyenangkan Aku,” kata-Nya.

Yesus bergerak ke dalam roh agama di kuil Yahudi. Dia mengajar di sana pada hari Sabat ketika Dia melihat seorang wanita yang lumpuh oleh roh jahat selama delapan belas tahun. Yesus menyembuhkan dia, dan pemimpin Yahudi agama menjadi sangat marah. Mereka mengatakan kepada orang-orang, “Ada enam hari untuk bekerja. Jadi datanglah dan sembuhkanlah pada hari-hari itu, bukan pada hari Sabat” (Lukas 13:14).

Mereka lupa bahwa mereka tidak hanya berbicara dengan seorang pria atau seorang nabi. Yesus adalah Tuhan sendiri, berdiri di depan mereka. Dia adalah Tuhan dari Hukum Musa.

Yesus berkata, “Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman? Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu pada hari Sabat, karena ia adalah keturunan Abraham?” (ay. 15 -16).

Dalam cerita ini Yesus menggenapi firman Tuhan dalam Yesaya 58. Dia menunjukkan lagi bahwa Tuhan ingin orang benar dipimpin oleh Roh Kudus, bukan orang-orang yang menyembah – hukum dan untuk melupakan kemurahan hati Tuhan.

Roh agama sangat kuat di kalangan umat Islam dan Yahudi. Hal ini ditemukan di banyak gereja juga, termasuk gereja dari Timur Tengah. Pada bab berikutnya saya ingin memperkenalkan Anda kepada gereja Timur Tengah, yang memiliki banyak pergumulan, tetapi juga dalam posisi terbaik untuk menjangkau banyak orang Yahudi dan muslim yang membutuhkan Kabar Baik.

This entry was posted in BUKU. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s