BAB 23 Jalan Perdamaian

Siapa yang akan menghentikan kekerasan, bunuh diri, dan pertumpahan darah di Timur Tengah? Saya dapat mengatakan dengan pasti bahwa itu bukan Perserikatan Bangsa-Bangsa, bukan Amerika Serikat, dan tidak lagi perundingan perdamaian. Tidak ada kekuatan di dunia ini yang mampu membersihkan hati umat Islam dan membawa rekonsiliasi antara mereka dan orang-orang Yahudi kecuali darah Yesus Kristus.

Ketika saya melihat kembali ke tahun-tahun yang saya lewati, belajar dan mengajar Islam, saya melihat kegelapan di mana saya berada. Saya diindoktrinasi oleh Al-Quran, dan saya tidak tahu bahwa satu-satunya sumber perdamaian bagi dunia ini adalah Raja Damai, Tuhan Yesus Kristus.

Ketika saya adalah seorang muslim, Yesus adalah hanya seorang nabi bagi saya, hanya seorang laki-laki, seperti banyak orang yang dipilih oleh Allah untuk menyampaikan pesan-Nya ke dunia, tetapi mereka tidak bisa mengubah dunia. Mereka tidak bisa mendamaikan orang satu sama lain. Mereka tidak dapat mengangkat kebencian dari hati orang jahat. Mereka tidak bisa mengubah kehidupan. Mereka tidak bisa membawa orang mati hidup kembali. Hanya Tuhan yang dapat melakukan hal ini.

Tapi saya memuji Tuhan bahwa setelah bertemu dengan-Nya, saya menerima kebenaran, dan saya mulai melihat sifat sejati dari Yesus, bahwa Dia adalah Tuhan yang hidup dan Raja Damai. Lalu saya tahu bahwa perdamaian itu mungkin dalam dunia melalui Yesus Kristus.

YESUS ADALAH DAMAI

Saya ingat betapa takjub dan gembiranya saya ketika saya membaca Efesus 2:11-21 untuk pertama kalinya. Itu adalah pada saat ketika saya menang atas manusia muslim tua dalam diriku di Youth With A Mission di Afrika Selatan. Saya melihat kenyataan hidup saya dalam kata-kata di ayat-ayat ini.

Paulus menulis kepada orang non-Yahudi di Efesus. Dia ingin mereka memahami bahwa hubungan mereka dengan Kristus juga mengubah hubungan mereka dengan orang-orang di sekitar mereka, terutama orang-orang Yahudi. Pertama Paulus mengingatkan mereka:

Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu – sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya “sunat”, yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu “jauh”, sudah menjadi “dekat” oleh darah Kristus. -Efesus 2:11-13

Sebagai seorang muslim, saya persis seperti gambaran Paulus tentang bangsa-bangsa lain. Saya “jauh” dari Tuhan, tanpa harapan. Tapi Tuhan membawa saya dekat kepadaNya, dan ketika melakukan itu, Dia membawa saya dekat kepada umatNya, orang-orang Yahudi. Saya menyukai apa yang ditulis Paulus selanjutnya. Ini tentang bagaimana Yesus membuat perdamaian antara dua mantan musuh: orang kafir dan orang-orang Yahudi.

Karena Dialah damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak dan yang telah merubuhkan tembok pemisah, yaitu perseteruan, sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan damai sejahtera, dan untuk memperdamaikan keduanya, di dalam satu tubuh, dengan Allah oleh salib, dengan melenyapkan perseteruan pada salib itu. Ia datang dan memberitakan damai sejahtera kepada kamu yang “jauh” dan damai sejahtera kepada mereka yang “dekat” -Efesus 2:14-17

Apakah Anda melihat ini adalah gambar indah mengenai rekonsiliasi? Darah Yesus yang dicurahkan di kayu salib dua ribu tahun yang lalu adalah untuk rekonsiliasi. Yesus membuat perdamaian tidak hanya antara manusia dan Tuhan, tetapi juga antara manusia dan manusia.

Yesus mengajarkan damai kepada mereka yang jauh (orang kafir) dan kepada mereka yang dekat (Yahudi). Melalui diriNya sendiri, Dia menyatukan dua pihak; ia membuat dua kelompok, Yahudi, dan bangsa-bangsa lain, menjadi satu. Ia menghancurkan “tembok pemisah permusuhan” antara orang-orang ini. Dia “membunuh permusuhan.”

Dengan pengalaman hidup saya, saya bisa menyaksikan ini adalah firman Tuhan. Tuhan melakukan firman ini dalam hidup saya. Saya tahu dimana saya datang sebagai seorang muslim, dan saya tahu cinta dalam hati saya terhadap orang Yahudi sekarang. Sama seperti Yesus membawa orang-orang kafir dan orang-orang Yahudi bersama-sama, Dia membawa muslim dan Yahudi bersama-sama.

Ada gambaran yang sama sekali baru ketika orang datang bersama-sama melalui Yesus Kristus. Paulus menjelaskan:
Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. -Efesus 2:19-21

Ketika saya menjadi seorang Kristen, saya menjadi bagian dari satu rumah tangga yang termasuk di dalamnya orang-orang Yahudi dan setiap orang yang percaya Yesus adalah Anak Allah. Kita semua bersama-sama adalah bait suci bagi Tuhan. Ini adalah gambaran perdamaian.

Akhirnya, mari kita lihat siapa yang tinggal di bait suci ini, dibangun dari orang-orang yang dulunya saling bermusuhan.

Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh. -Efesus 2:22

Orang Yahudi, orang-orang kafir, mantan muslim, atheis, penyembah-penyembah berhala – sebagai pengikut Yesus kita menjadi satu tubuh di mana Roh Allah hidup.

This entry was posted in BUKU. Bookmark the permalink.

3 Responses to BAB 23 Jalan Perdamaian

  1. jujur says:

    Yesus Kristus adalah Raja Damai..

  2. Sotoy says:

    Pnyebabnya cm 1,,iri hati berdasarkan ras antara ras arab dan ras yahudi/israel..
    Dlm alquran ada tertulis klo bangsa yahudi adalah umat pilihan ALLAH..
    Tp tdk ada ayat yg mnyatakan klo bangsa arab adalah umat pilihan ALLAH..kmudian rasa iri itu d’tuang dlm bentuk agama..
    alquran bersaksi klo Isa/Yesus adalah jln yg lurus ikutilah dia..tp gda ayat dlm alquran yg mnyatakan klo mamad jln yg lurus dan ikuti mamad..para ahli kitab arab ga trima mka kekerasan b’topeng agama adlah solusi yg mreka ambil..

  3. guram says:

    @ustads nt direnungkan
    MENURUT HADIST & QURAN.
    MUSLIM TIDAK BISA MASUK SORGA.

    * Hadist Shahih Muslim No. 2412
    “Hadis riwayat Abu Hurairah R.A.: Dari Rasulullah SAW bahwa beliau bersabda: Tidak seorang pun di antara kalian yang akan diselamatkan oleh amal perbuatannya. Seorang lelaki bertanya: Engkau pun tidak, wahai Rasulullah? Rasulullah SAW menjawab: Aku juga tidak, hanya saja Allah melimpahkan RAHMAT-Nya kepadaku akan tetapi tetaplah kalian berusaha berbuat dan berkata yang benar.”

    Dikatakan bahkan, Muhammad mengakui bahwa dia sendiri tidak bisa diselamatkan, kecuali dengan RACHMAT ALLAH.

    Sedangkan dalam Qs. 19:21

    ISA ADALAH RAHMAT ALLAH, dan dalam Injil, YESUS ADALAH ANUGERAH KESELAMATAN ALLAH, DIA ADALAH TUHAN DAN JURUSELAMAT MANUSIA.

    Nyata, sekarang Isa/Yesus ada disurga, (tak ada yang bisa bantah) dan akan datang kembali……dan mengumpulkan kambing/domba2nya…Umat kambing. dimasukan ke NERAKAAA….

    Tapi para ulama pintar untuk mengelabui hal ini, dengan trik-trik gombal, beginilah, begitulah, nyatanya berhasil, umatnya saja yang mengalami pembodohan bahasa, bahkan ulama lebih hebat dari nabi Muhammad bisa menjamin sorga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s