BAB 11 Mengatur Pentas

HANYA SEBELUM KEMATIANNYA, YESUS MASUK Yerusalem naik keledai muda. Orang-orang dan para murid-Nya dengan sukacita memuji Tuhan, tetapi para pemimpin agama Yahudi berusaha untuk menghentikan mereka. Yesus berkata kepada mereka, “Saya berkata kepadamu … kalau mereka diam, batu-batu ini akan berteriak” (Luk. 19: 40). Lalu Yesus berbicara nubuatan terakhir-Nya atas Yerusalem sebelum kematian-Nya. Dengan menangis dan air mata, Dia memandang ke arah kota dan berseru:

Dan ketika Yesus telah dekat dan melihat kota itu, Ia menangisinya, kata-Nya: “Wahai, betapa baiknya jika pada hari ini juga engkau mengerti apa yang perlu untuk damai sejahteramu! Tetapi sekarang hal itu tersembunyi bagi matamu. Sebab akan datang harinya, bahwa musuhmu akan mengelilingi engkau dengan kubu, lalu mengepung engkau dan menghimpit engkau dari segala jurusan, dan mereka akan membinasakan engkau beserta dengan pendudukmu dan pada tembokmu mereka tidak akan membiarkan satu batu pun tinggal terletak di atas batu yang lain, karena engkau tidak mengetahui saat, bilamana Allah melawat engkau.”
-Lukas 19:41-44

Bayangkan Yesus berdiri di sana sambil menangis sebagaimana Dia meramalkan rasa sakit dan penderitaan umatNya.
Sekitar tiga puluh tujuh tahun kemudian nubuat dari Yesus terpenuhi ketika pemimpin Romawi Titus datang dan menghancurkan Yerusalem, dan orang-orang Yahudi tersebar di seluruh dunia untuk melepaskan diri dari penganiayaan terhadap orang-orang Roma. Sebagian besar mereka pergi ke Arabia, dan mereka menetap di lembah-lembah dan kota yang berbeda di Arab. Mereka menghabiskan persis lima ratus tahun bekerja keras di bidang pertanian dan bisnis, menjadi terkenal karena pedang, pisau dan tenda yang mereka dihasilkan. Mereka bekerja sangat keras dan membuat produk yang baik dan orang-orang Arab dan Badui membeli dari mereka.

Keberhasilan komunitas Yahudi di Arabia sangat terkenal di seluruh Timur Tengah. Orang-orang Yahudi membangun banyak rumah ibadat (sinagog).

Komunitas Yahudi pada waktu itu tidak pernah membayangkan akan ada pengulangan sejarah berdarah pemimpin Romawi Titus, yang menghancurkan kota-kota dan tanah mereka di Israel lima ratus tahun sebelumnya. Kali ini menjadi orang Arab akan yang memainkan peran merusak kehidupan komunitas Yahudi.

KELAHIRAN DAN KEHIDUPAN AWAL MUHAMMAD

Dalam Gurun Arab pada tahun 570, seorang bayi laki-laki lahir. Hidup keras di Arabia, dan ayah anak kecil ini bahkan meninggal sebelum kelahirannya. Ibunya mengambil bayi itu dan pergi untuk tinggal bersama keluarganya.

Ketika anak ini berusia enam tahun, ibunya mendapat demam tinggi, dan hanya dalam beberapa hari, ia juga telah meninggal. Kakeknya dari sisi ayahnya mengambil alih mengurus anak ini, tapi sekali lagi, hal ini tidak bertahan lama. Ketika ia masih seorang anak muda, sang kakek meninggal. Kali ini perawatannya dipindahkan kepada pamannya di sisi ayahnya, dan ia pergi untuk tinggal bersama saudara sepupunya.

Anak muda ini merawat domba. Ketika ia masih remaja ia mulai bepergian dengan pamannya yang memiliki bisnis sebagai pedagang kafilah. Suatu kali pamannya membawanya bersama dalam perjalanan bisnis ke Suriah, di mana ia bertemu dengan seorang pendeta Nestorian.* Pendeta palsu ini melihat sedikit tanda lahir di bahu anak itu. Dia berkata kepada pamannya, “Lihatlah, anak ini akan menjadi nabi terakhir bagi dunia kita. Ini adalah cap kenabian.” Kemudian ia memperingatkan, “Jangan biarkan orang-orang Yahudi mendengar tentang ini atau melihat tanda lahir ini di bahunya. Jika mereka tahu, mereka akan mencoba membunuhnya.” 1

Ini adalah pertama kalinya anak itu pernah berpikir Yahudi adalah ancaman bagi hidupnya. Sunguh mengerikan pengaruh dari nasihat itu pada Muhammad kecil. Ini adalah dasar dari sikapnya di kemudian hari terhadap semua komunitas Yahudi Arab.

Ketika anak ini menjadi dewasa, dia bekerja untuk sebuah kafilah unta. Ia naik pangkat dan akhirnya menjadi pemimpin kafilah. Dia memimpin kafilah unta ke tempat-tempat seperti Suriah dan Yaman untuk bertukar barang.

Kafilah unta dimiliki oleh wanita terkaya dan yang paling kuat di daerah itu. Dia berusia lebih dari empat puluh, empat kali bercerai, dan punya anak. Sebaliknya, manajer karavannya masih muda dua puluh lima dan bekerjaoleh dirinya. Tapi wanita itu melamarnya (sangat biasa bagi masyarakat arab), dan mereka menikah.

Pemuda itu Muhammad bin Abdullah, yang sekarang dikenal sebagai nabi Islam. Wanita kaya pemilik karavan adalah Khadijah. Lima belas tahun setelah perkawinan mereka, Muhammad bermeditasi di dalam gua ketika seorang yang yang menyebut dirinya malaikat Jibril menampakkan diri kepadanya. Wahyu ini adalah awal dari Islam.

KOTA MUHAMMAD

Mari kita lihat di kota di mana Muhammad hidup-kota Mekkah. Kota ini masih ada di Arab Saudi zaman sekarang. Orang-orang yang tinggal di Mekah saat Muhammad hidup adalah:
• Sebagian besar suku-suku Arab mempraktikkan agama-agama primitif, seperti penyembahan berhala.
• Sekelompok kecil orang Yahudi mempraktekkan Yudaisme. Walaupun mereka berjumlah kecil, mereka dihormati dalam masyarakat karena mereka kaya dari berdagang.
• Masyarakat pemeluk aliran Ebionit . aliran ini tidak termasuk kekristenan.. Mereka mengikuti aturan Alkitab, tetapi mereka tidak percaya Yesus dapat menghapuskan dosa-dosa mereka, dan mereka tidak percaya pada Trinitas. Hanya ada beberapa ratus orang penganut Ebionit di Mekkah.

* Aliran Nestorian keluar dari Kekristenan dan menyangkal Trinitas dan Yesus sebagai Anak Tuhan. Saat itu populer di wilayah Suriah.

Pada waktu itu, ada masalah besar dalam gereja Kristen, baik di Barat dan Timur disebabkan oleh banyak ajaran-ajaran sesat dalam gereja. Ada dua jenis orang-orang Kristen di Arab-Kristen sejati, yang sebagian besar tinggal di daerah Yaman dan Yordania, dan Kristen palsu, termasuk Ebionit dan Nestorian.
Gereja Kristen memperlakukan Nestorian dan Ebionit sangat kasar. Gereja-gereja ortodoks menolak mereka, terkena ajaran palsu mereka dan berkhotbah melawan mereka.

Ada juga gesekan besar antara Kristen dan Yudaisme. Kristen mengeluh bahwa orang-orang Yahudi membunuh Mesias. Orang-orang Yahudi menjawab bahwa Mesias belum datang, sehingga mereka tidak bisa membunuhnya.
Walaupun ada konflik antar agama Kristen dan Yahudi, tidak ada masalah besar antara Arab dan Yahudi. Bukankah menakjubkan untuk berpikir bahwa sebelum Islam, Arab dan Yahudi bergaul satu sama lain?

REAKSI MUHAMMAD TERHADAP AGAMA

Sebagai seorang anak, Muhammad memperoleh suatu pemahaman dalam penyembahan berhala pada zamannya. Kakeknya, yang merawatnya sebentar, adalah penjaga Al-Ka’bah, yang berarti ia menangani pembersihan dan perbaikan. Al-Ka’bah, yang terletak di Mekah, adalah pusat penyembahan berhala setempat. Orang-orang datang dari seluruh penjuru Saudi untuk beribadah di sana. Setiap suku memiliki berhala di dalam Bait Allah.

Setelah kakeknya meninggal, perawatan Al-Kaaba diberikan kepada anaknya, yang merupakan paman yang juga diasumsikan merawat Muhammad. Hak istimewa untuk merawat Al-Ka’bah telah diwariskan selama beberapa generasi. Jadi Muhammad sering pergi ke Al-Ka’bah. Dia melihat orang-orang membungkuk ke patung-patung ini, dan ia melihat pedagang yang mencari nafkah dengan membuat dan menjual patung-patung. Suku terkemuka Mekah (Quraisy) mendapatkan keuntungan dari itu semua.

Saya percaya situasi ini membuahkan pergumulam di hati Muhammad. Ini mendorong Muhammad untuk mendirikan sendiri cara mencari Tuhan. Dia bersumpah bahwa ketika ia tumbuh dewasa ia tidak akan pernah tunduk pada salah satu berhala yang ada di seluruh Mekah dan Arabia pada waktu itu.2

BELAJAR DARI YAHUDI DAN KRISTEN

Muhammad mencari orang-orang untuk mendiskusikan pandangan mereka tentang Allah. Ia menjadi sangat dipengaruhi oleh Ebionit melalui istrinya, Khadijah, yang merupakan bagian dari sekte ini.3 Sepupu Khadijah, Waraqa bin Naufal adalah seorang pendeta Ebionit dan pemimpin agama yang berpengaruh di Mekkah. Ia menjadi mentor Muhammad, mengajarkan tentang agama Kristen. Pengajaran dari Perjanjian Baru mungkin terfokus pada Kitab Matius, karena itu adalah satu-satunya bagian dari Perjanjian Baru yang tersedia dalam bahasa Arab pada waktu itu (menurut sejarahwan Kristen).

Imam ini juga mengajarkan Muhammad tentang agama orang Yahudi. Pengajaran Perjanjian Lama mungkin terfokus pada Taurat (lima kitab pertama dari Perjanjian Lama ditulis oleh Musa) dan Mazmur, yang disebut Nyanyian Daud. Dari buku-buku ini, Muhammad pasti sudah belajar bagaimana orang-orang Israel adalah umat pilihan Allah.
Muhammad juga punya kontak dengan orang-orang Yahudi di Mekah sebagai bagian dari transaksi bisnisnya yang bekerja untuk karavan.

Sebagai seorang pemuda, Muhammad mulai bepergian ke gua kecil di salah satu pegunungan yang mengelilingi kota Mekkah untuk meluangkan waktu berdoa kepada Tuhan yang gaib, berusaha untuk melihat wajah Tuhan-pencipta. Dia akan menghabiskan satu, dua atau tiga hari pada suatu waktu dalam doa. Istrinya, Khadijah, akan membawakan air dan makanan. Dia menghabiskan lebih dari lima belas tahun melakukan hal ini. Kemudian, pada 610 wahyu pertama datang. Segera Muhammad mulai berkhotbah Islam di kota asalnya Mekkah.

TAHUN PERTAMA DI MADINAH

Muhammad mndapatkan mualaf-mualaf di Mekah, tetapi mereka mengalami aniaya. Ia dan sekelompok kecil orang percaya melarikan diri dari Mekah ke Madinah, yang merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam. Sekelompok kecil orang-orang yang menyambut kedatangannya di Madinah, dan Muhammad bersiap untuk memenangkan lebih banyak orang untuk bertobat.

Mari kita sejenak untuk melihat cara Muhammad mencapai tujuannya. Muhammad tumbuh tanpa seorang ibu atau ayah, jadi dia hanya memiliki sangat sedikit stabilitas dalam hidupnya. Ketika dia punya kesempatan untuk menikah dengan Khadijah, ia melihat banyak manfaat-kekayaan, pengaruh, stabilitas-jadi ia menerimanya. Dengan kata lain, Muhammad mencari orang-orang dan sumber daya untuk memenuhi tujuannya. Ketika ia pergi ke Madinah, ia menemukan cara untuk mendapatkan sumber daya tersebut secara damai pada awalnya.

Pertama Muhammad mendatangi dua suku paling berkuasa, yang telah terlibat dalam perang yang kejam terhadap satu sama lain selama bertahun-tahun, dengan banyak kematian di kedua belah pihak. Ia berupaya untuk memenangkan mereka. Ketika mereka masuk Islam dan tidak lagi pada perang, ia menaruh pandangan pada kekuasaan dan pengaruh dari komunitas Yahudi.

Madinah adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar di Arabia pada waktu itu. Ketika Muhammad tinggal di sana, dia berinteraksi dengan Yahudi setiap hari. Dia melakukan bisnis dengan mereka, bahkan membeli beberapa pedang yang pengrajin Yahudi terkenal karenanya. Dia mengunjungi rumah-rumah mereka dan makan bersama mereka. Muhammad percaya bahwa membawa orang-orang Yahudi kepada Islam akan memberikan aset yang kuat untuk mendukung pewahyuannya. Dia mengakui manfaat keuangan mereka dan teologi mereka yang mapan . Dia juga mengharapkan mualaf Yahudi akan secara persuasif syiar untuk Islam. Ia merencanakan bagi mereka untuk berdebat dengan orang-orang Yahudi lain untuknya dan untuk menmualafkan mereka. Dia juga ingin mualaf Yahudi untuk menggunakan keahlian mereka untuk meyakinkan penyembah berhala untuk mengikuti Islam.

Jadi, pada tahun pertama di Madinah, Muhammad tidak ingin menaklukkan, menghukum atau memperbudak orang Yahudi. Dia ingin memikat orang-orang Yahudi untuk menjadi “bagian timnya,” untuk berbicara. Oleh karena itu, ia harus menjadikan Islam menarik. Al-Quran wahyu dari waktu ini di Madinah menyajikan sikap positif terhadap orang Yahudi.

Quran mencerminkan banyak dari ajaran-ajaran Yudaisme, seperti wudhu sebelum salat, puasa, memungkinkan perceraian, tidak ada konsumsi daging babi dan hukum pembalasan (mata ganti mata, gigi ganti gigi, Surah 5:45). Untuk menghormati orang-orang Yahudi, Muhammad juga memerintahkan para pengikutnya untuk berpaling ke Yerusalem ketika mereka berdoa.

This entry was posted in BUKU. Bookmark the permalink.

2 Responses to BAB 11 Mengatur Pentas

  1. yoyo says:

    TUHAN yesus adalah jalan yang benar

  2. YESU says:

    tiada siapa mendingi Tuhan yesus… bukti kasih Allah ada dalamnya… dia tidak berdosa dan dia amat sempurna kasih setianya seperti Allah sempurna…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s